Apa itu Startup? Perkembangan & 5 Startup Teratas Indonesia


Definisi Startup
Artikel ini menjelaskan Definisi Startup, Perkembangan dan Peringkat teratas perusahaan Startup di Indonesia.

Daftar Isi
  1. Pengertian & Definisi Startup
  2. Perkembangan Startup di Indonesia
  3. Dampak Perusahaan Startup terhadap Bisnis Eksisting
  4. Perbedaan Startup dan Bisnis Online
  5. Perusahaan Startup Teratas di Indonesia

Apa itu Startup?

Startup atau start-up adalah sebuah perusahaan yang berjalan kurang dari 5 tahun alias perusahaan yang baru saja dirintis.

Dikutip dari wikipedia, startup adalah istilah yang merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Istilah "startup" menjadi populer secara internasional pada masa gelembung 'dot-com'.

Nah, kalo dulu startup ini disebut sebagai bisnis yang baru saja berjalan, dewasa ini pengertian startup sudah banyak bergeser dan sering didefinisikan sebagai:

Sebuah usaha yang baru berjalan dan menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan core business utamanya dalam memecahkan sebuah persoalan yang ada di masyarakat.

Bagaimana Perkembangan Startup di Indonesia?

Perkembangan dunia startup di Indonesia semakin tumbuh pesat seiring dengan perkembangan teknologi terlebih di era industri versi 4 ini.

Setidaknya telah ada 4 startup unicorn yang berasal dari Indonesia, yaitu Traveloka, Tokopedia, Bukalapak & GO-JEK. Dilasir dari data yang bersumber dari Tech In Asia menyebutkan jika startup yang mendominasi di Indonesia yaitu berasal dari industri E-Commerce & Fintech.

Dampak  Perusahaan Startup terhadap Bisnis yang Sudah Ada Sebelumnya

Sesuai definisi diatas, startup memiliki sifat yang bisa dibilang mematikan sebuah industri yang sudah ada. 

Misalnya yang sudah sangat menjadi kebiasaan sehari-hari kita yaitu di bidang transportasi. Sebelum kehadiran layanan transportasi online, salah satu para pemain di industri transportasi yang cukup terkenal dan memberikan kesan "wah" adalah Taksi.

Rasanya kalau naik taksi tuh serasa gimana . . .

Tapi bagaimana setelah adanya transportasi online, sebut saja GO-JEK. Tentu saja dapat kita lihat penggunaan taksi konven tersebut jauh berkurang karena masyarakat sudah terbiasa dan dimanjakan oleh fitur-fitur baru yang bisa ia dapatkan hanya dengan sebuah gadget.

Perbedaan Startup dan Bisnis Online

Mungkin masih banyak yang mengartikan dan juga mendefinisikan sebuah online shop atau bisnis online bisa disebut sebagai startup. Namun kenyataan hal tersebut adalah berbeda. Ya startup & online shop sangatlah berbeda.

Walaupun sekarang banyak bermunculan bisnis online menggunakan '.com' (punya website) seperti kata wikipedia, tetapi hal tersebut bukan patokan bisa disebut startup. 

Forbes mengatakan makna startup juga mengandung arti 'bisa memecahkan masalah' yang ada di masyarakat. Seperti contoh tadi transportasi online yang menjadi solusi di masyarakat untuk memesan transportasi secara mudah, cepat, aman & nyaman.

Berikut ini ciri- ciri perusahaan yang bisa disebut startup:

  • Punya mobile application untuk mendukung core businessnya.
  • Selalu memiliki ide yang sangat inovatif & disruptiv.
  • Growth bisnis yang sangat cepat dibanding perusahaan - perusahaan lainnya.
  • Banyaknya media yang mengulas perusahaan tersebut.
  • Masuk jangkauan radar investor.
  • Sedang menjalani program-program dari investor, seperti akselerator atau inkubasi.

Nah, jadi jika hanya sekedar online shop ataupun perusahaan yang memiliki website hanya untuk sekedar branding dan menampilkan info produknya saja, tentu tidak bisa disebut sebagai startup.


5 Perusahaan Startup Teratas di Indonesia

Berikut ini 5 perusahaan startup teratas di Indonesia yang dilansir dari Kompas:

1. GOJEK
Gojek masuk dalam kategori startup decacorn Indonesia, dengan valuasi mencapai 10 miliar dollar AS. Gojek memiki estimasi pendapatan 8 juta dollar AS per tahun atau setara sekitar Rp 109,2 miliar (kurs Rp 13.654 per dollar AS). Perusahaan ini bergerak dalam transportasi, logistik, dompet digital, pesan antar makanan dan minuman, serta banyak jasa lainnya. Gojek meraup pendanaan dari sejumlah perusahaan, termasuk Sequoia, Capital India, dan Warburg Pincus. Baca juga: Tiga Kali Ajukan Izin, Gojek Segera Mengaspal di Filipina.

2. Tokopedia
Perusahaan e-commerce Tokopedia masih menjadi calon decacorn selanjutnya. Diketahui, valuasi Tokopedia saat ini mencapai 7 milliar dollar AS. Estimasi pendapatan Tokopedia mencapai 15 juta dollar AS per tahun atau setara sekitar Rp 204,8 miliar. Layaknya perusahaan e-commerce, Tokopedia bergerak dalam bisnis perdagangan via daring dan direct to customer. Investor yang menanamkan modal di Tokopedia antara lain Softbank Group, Alibaba Group, Sequoia, dan Capital India. Baca juga: Siapkan IPO, Tokopedia Cari Pendanaan 1,5 Miliar Dollar AS

3. OVO
OVO merupakan penyedia platform pembayaran pembayaran digital yang bisa disebut juga dengan financial technology (fintech) atau teknologi keuangan. OVO memiliki valuasi 2,9 miliar dollar AS dengan estimasi pendapatan 1,3 juta dollar AS per tahun, setara kira-kira Rp 17,7 miliar. OVO memperoleh pendanaan dari perusahaan transportasi daring Grab, Tokopedia yang masuk ke OVO Cash, dan Tokyo Century Coorporation. Baca juga: OVO Luncurkan Produk Pembiayaan untuk UMKM

4. Bukalapak
Bukalapak merupakan platform e-commerce atau perusahaan perdagangan via daring dan direct to customer. Bukalapak memiliki valuasi 2,5 miliar dollar AS dengan estimasi pendapatan 8,3 juta dollar AS per tahun atau setara sekitar Rp 113,3 miliar. Bukalapak juga memiliki investor antara lain 500 Startups, Batavia Incubator, dan Emtek Group. Baca juga: Bukalapak Berharap Awet hingga 100 Tahun

5. Traveloka
Perusahaan agen perjalanan online ini masuk posisi kelima sebagai unicorn dengan valuasi 2 miliar dollar AS. Estimasi pendapatan tahunannya adalah terbesar di antara keempat startup lainnya, yakni 35 juta dollar AS per tahun atau setara sekitar Rp 477,8 miliar. Traveloka memperoleh pendanaan dari sejumlah investor, antara lain Global Founders Capital, East Ventures, dan Expedia Inc.

No comments:

Post a Comment